Saturday, 6 September 2014

Mahasiswa Islam berteriak "Tuhan Membusuk" Error !?

Bulan Agustus kemarin Universitas Islam Sunan Ampel digemparkan dengan berita aneh. sebagaian teman saya memberikan komentar "Sok kebarat-baratan masak ada mahasiswa Islam mencela Tuhan, kan aneh namanya". itulah yang di katakan sebagian orang atau mungkin itulah kata yang pantas untuk mereka mahasiswa Ushuluddin UINSA. mengapa aneh?, ya gimana gak aneh udah jelas-jelas mahasiswa Universitas Islam tapi kenapa mengatakan Tuhan membusuk. mungkin mereka ingin terkenal?, atau di pengaruhi pemikiran barat? bisa saja.

Tapi sebagian dari mereka masih ada yang membantah seperti yang di tulis pemilik akun twitter @EM1go misalnya. Dalam postingannya tersebut ia menulis, "Apresiasi untuk tema Tuhan Membusuk dari mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Mahasiswa memang harus provokatif agar Tuhan tidak disewenangkan".

Pertanyaannya apa hubungannya Tuhan mebusuk kata mereka dengan agar Tuhan tidak di sewenangkan gak nyambung kali. ya itulah wabah Westernisasi yang sedang marak di Indonesia yang mana diskursus tentang agama  hanya boleh dilakukan dengan bisik-bisik. tapi, orang boleh teriak antiagama.

kenapa sih harus ikut barat atau Nietzsche yang mengataka "God is dead" padahal menurutku "Nietzsche is dead" kalau boleh mengutip kata-kata Iqbal dalam buku misykat. katanya "Nietzsche itu cengeng. dia mereintih bagai orang tua dan, menangis cengeng seperti anak kecil. katanya, "where is man" artinya siapa yang bisa saya jadikan guru sayangnya teriakannya tak pernah terdengar.

ya itulah keanehan yang terjadi mengapa mahasiswa dari timur harus berteriak seperti orang barat apakah mereka tidak bangga sebagai orang timur!?. padahal yang mengajarakan "cintailah musuhmu" di ucapka nabi dari timur, "taklukkan kemarahan dengan kesabaran", "kejahatan dengan kebaikan" berasal dari timur. sedangkan ucapan "kenali musuhmu" dan sebagainya keluar dari mulut orang barat.

kalau ada yang merasa tersinggung dengan opini ini gua minta maaf. 
salam damai dari timur.....

No comments :

Post a Comment